Selasa, 27 Oktober 2015

Pembahasan Soal CPNS

Kali ini saya akan membagikan pembahasan mengenai soal CPNS yang pernah saya posting sebelumnya (lihat disini). Ada beberapa trik dan cara yang pastinya akan mempermudah dalam mengerjakan soal-soal CPNS yang sering membingungkan. Untuk itu, mari kita lihat pembahasan soal-soal berikut....



TES PERSAMAAN KATA (SINONIM)

TIPS dan TRIK:
Jangan memilih kata yang memiliki bunyi mirip dengan 
soal, karena telah diamati bahwa jawaban seperti 

itu adalah 95% salah! Artinya kemungkinan untuk benar 

hanya sekitar 5%, dan jawaban seperti itu 

adalah jawaban konyol. Jika anda memilih jawaban seperti 
itu, maka bisa jadi anda termasuk orang yang agak konyol :D

Contoh:

APORISMA
a. Apriori
b. Maksimal
c. Bentuk
d. Pendekatan
e. Prima

DEHIDRASI
a. Deliberasi
b. Proses penyusutan air
c. Kehilangan cairan tubuh
d. Dekapitalisasi
e. Proses penyaringan

Yang dicetak warna tebal (a dan e) adalah contoh jawaban yang 
konyol, maka anda tinggal memilih 3 jawaban yang lain.

###

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Persamaan Kata (Sinonim) yang pernah saya posting (lihat disini).
  1. ELABORASI                       = penjelasan terperinci
  2. KONVENSI                        = kesepakatan
  3. APORISMA                        = maksimal
  4. DEHIDRASI                        = kehilangan cairan tubuh
  5. PORTO                               = biaya
  6. SEREBRUM                        = otak besar
  7. MOBILITAS                       = gerak
  8. BONAFIDE                        = dapat dipercaya
  9. SINE QUA NON               = harus ada
  10. KLEPTOFOBIA                 = takut kecurian


TES LAWAN KATA (ANTONIM)


TIPS dan TRIK:

Amati pilihan jawaban, carilah dua jawaban yang berlawanan! Seringkali jawaban soal ANTONIM berada pada salah satu dari 2 kata yang berlawanan tersebut.



Contoh:

KHAS
a. Khusus
b. Wabil Khusus
c. Inklusif
d. Ekslusif
e. Umum

Hati-Hati! Pada saat mengerjakan soal ANTONIM, jangan sampai anda berpikir bahwa anda sedang mencari sinonim/persamaannya. Ini sering terjadi pada peserta tes. Dimana ketika di tengah-tengah tes, ia tidak sadar telah mencari jawaban yang merupakan sinonimnya, bukan lawan katanya. Apalagi biasanya soal Sinonim dan Antonim berdekatan waktu pengerjaannya. Biasanya karena tergesa-gesa banyak yang secara tidak sadar menjawab KHUSUS, padahal yang dicari adalah lawan kata dari khas, yaitu UMUM!

Untuk kata-kata yang latin/ ilmiah, utamakan memilih jawaban yang mirip dengan soal.

Contoh:

KONKAF
a. Konveks
b. Optik
c. Lensa
d.Cekung
e. Konveksi

ANTIPATI
a. Melawan
b. Setuju
c. Lekas mati
d. Simpati
e. Bertahan hidup

###

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Lawan Kata (Antonim) yang pernah saya posting.



1. NOMADIK        ><    menetap

2. ANTIPATI          ><    simpati

3. KHAS                 ><    umum

4. IBU                     ><    anak
5. MUSKIL             ><    mungkin
6. VOKAL              ><    konsonan
7. SPORADIS         ><    jarang

8. SEKULER          ><     keagamaan
9. RAWAN             ><    aman
10. AMATIR          ><     kampiun


TES PADANAN HUBUNGAN KATA (ANALOGI)

CATATAN dan BEBERAPA TIPS :

Yang paling penting dalam menghadapi soal semacam ini adalah menemukan kata kunci atau hubungan KHUSUS/UNIK dari dua atau lebih kata yang diberikan. Semakin KHUSUS atau SPESIFIK, maka akan semakin mudah untuk menemukan hubungan yang paling sesuai. Jika hubungan bersifat terlalu umum, maka alaternatif jawaban biasanya masih sulit untuk ditentukan yang paling tepat.

Contoh:

KAKA TUA : MERPATI.
Jika kita menentukan bahwa hubungannya adalah SAMASAMA BINATANG, maka itu masih bersifat terlalu umum. Artinya, jika ada pilihan jawaban gajah : semut, elang : kupukupu, gurame : kakap, dsb maka semua bisa benar karena mereka sama-sama binatang. Tapi cobalah anda pilih hubungan yang lebih khusus, misalnya kaka tua : merpati adalah sama-sama burung, maka jawaban yang tepat adalah gurame : kakap yaitu sama-sama ikan.

Jika telah menemukan hubungan kata tetapi masih bingung, maka buatlah kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat dengan menggunakan hubungan analogi yang ada. Hubungan kata harus mempunyai urutan yang sejalan/searah dengan soal.

Misalnya:

KAKI : SEPATU
a. Cat : Kuas
b. Meja : Ruangan
c. Telinga : Anting
d. Cincin : Jari
e. Topi : Kepala

Sepatu dikenakan di kaki (urutannya sepatu dulu baru kaki). Jika anda mencari jawaban, maka urutannya juga harus dari belakang. Anda tidak boleh memilih ‘cincin dikenakan di jari’, karena urutannya terbalik. Maka yang benar adalah anting dikenakan di telinga.

###

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Padanan Hubungan Kata (Analogi) yang pernah saya posting.

1. KAKA TUA : MERPATI (kelompok burung)
   Gurame : Kakap (kelompok ikan)

2. BELAJAR : PANDAI (agar pandai harus banyak belajar)
   Berpikir : Arif (agar arif harus banyak berpikir)

3. KAMPUNG : SAWAH (sawah hanya sering dijumpai di kampung )
   Kota : Gedung (gedung hanya sering dijumpai di kota)

4. JANJI : BUKTI (janji harus disertai/ perlu bukti)
   Ucapan : Tindakan (ucapan harus disertai tindakan)

5. SUNGAI : JEMBATAN (agar bisa melewati sungai, harus mencari jembatan)
   Masalah : Jalan Keluar (agar bisa melalui mesalah, harus mencari jalan keluar)


TES POLA BILANGAN/ DERET HITUNG (SERIES)

TIPS dan BEBERAPA CATATAN :

Pola bilangan dapat ditebak jika telah ada minimal dua pola sebelum atau sesudahnya. Pola bilangan dapat berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pengakaran, pengkuadratan, atau gabungan dari beberapa operasi tersebut. Langkah awal mencari pola/ irama suatu deret adalah dengan memperhatikan perubahan dari satu bilangan ke bilangan yang lain kemudian ditentukan apakah aturan operasi tersebut berlaku untuk seluruh deret atau tidak. Semakin sering anda mengerjakan soal pola bilangan, maka anda akan semakin mahir dan mampu mengerjakan semakin cepat dari waktu ke waktu.

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Pola Bilangan/Deret Hitung (Series) yang pernah saya posting.

1. 231 ... 453 564
    Jawab : 342 (POLA: ditambah 111)

2. 4 8 ... ... 64 128
   Jawab : 16, 32 (POLA: dikali 2)

3.   3 7 15 ... ... 127 255
     Jawab : 31, 63 (POLA: ditambah 4, ditambah 8, ditambah 16, ditambah 32,dst)

4. 1 1 2 3 ... ... 13 21 34
     Jawab : 5, 8 (POLA: 2 bilangan sebelumnya dijumlahkan (deret Fibonacci))

5.  ... 2 5 6 7 10 9 14
     Jawab : 3 (POLA: tipe pola bilangan 2 larik)
                 yang warna pink ditambah 2
                 yang warna hijau ditambah 4
                  3  2  5  6  7  10  9  14


TES HITUNGAN BIASA (ARITMATIKA)


TIPS dan TRIK :



Dalam mencari hasil akhir anda TIDAK HARUS menemukan secara teliti/ detail. Sebagian besar jawaban bisa dicari dengan cara mencari nilai pendekatan. Carilah pendekatan ke bilangan yang bulat atau lebih mudah dihitung! Jadi jangan mempersulit diri! Mencari nilai pendekatan juga bisa anda lakukan dengan melihat ekor bilangan (angka pada posisi paling akhir dari hasil perhitungan). Jika soal berbentuk bilangan desimal/ persen, maka untuk memudahkan hilangkan koma dengan cara mengalikannya dengan 100 atau 1000, dst kemudian pada langkah akhir dibagi lagi dengan pengali tersebut.


Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Hitungan Biasa (Aritmatika) yang pernah saya posting.

1. 2,20 x 0,75 + 3/5 : 1/8 = ...

Pikir yang mudah, jangan yang sulit-sulit!
Ingat, anda tidak harus menyelesaikan dengan hasil yang teliti!
Cari nilai pendekatan, 2 x 0,75 = 1,5
Ingat bahwa pembagian dengan pecahan sama dengan perkalian dengan pembilang dan penyebut dibalik, sehingga menjadi 3/5 x 8/1 = 24/5 = 4, ...
Maka 1,5 + 4, ... = 5,5 lebih. Sehingga jawaban yang paling mendekati adalah 5,9. [e]

2. 7,5 : 2,5 – (2/4 x ¾) = ...

75 : 25 = 3.
½ x ¾ = 3/8.
3 – 3/8 adalah 3 kurang atau mendekati 3. Jadi jawabannya adalah 2,625. [d]

3. 4/5 + 3/5 + 3/8 + 6/8 + 1 ½ = ...

4/5 + 3/5 = 7/5 = 1,4
3/8 + 6/8 = 9/8 = 1,125
Jadi 1,4 + 1,125 + 1,5 = 4,025 [a]


4. (¼ x 164) x ½ = ...



164:4 = 40 lebih (160:4=40)

40 lebih : 2 = 20 lebih
Maka jawaban yang benar adalah 20,50. [a]

5. 2 ¼ x 7,5 – 7,5 : 1 ½ = ...

2 x 7,5 = 15, maka 2 ¼ x 7,5 = 15 lebih.
1 ½ = 3/2 maka 7,5 : 3/2 = 7,5 x 2/3 = 5
Sehingga 15 lebih – 5 = 10 lebih.
Maka jawaban yang paling mendekati adalah 11,875 [d]


TES LOGIKA KUANTITATIF (PENALARAN)

Catatan:

Ingat bahwa ini adalah Tes Logika. Jadi gunakan Logika jangan gunakan perasaan anda! Analisa suatu masalah apakah logis/masuk akal atau tidak! Trik yang paling banyak digunakan adalah menggambar/ membuat sketsa.

Berikut adalah jawaban dari pertanyaan soal CPNS mengenai Tes Logika Kuantitatif (Penalaran) yang pernah saya posting.

1. Cara Cepat
    Yang suka keduanya
    = Jumlah yang suka salah satu – Total personel
    = (27+22) – 30
    = 49 – 30 = 19 siswa [e]
    Catatan:
    Jika disebutkan ada yang tidak suka keduanya, maka dimasukkan sebagai pengurang.
    Misalkan Suka Basket = 27
    Suka Sepak bola = 22
    Tidak suka keduanya = 5
    Total siswa = 30
    Maka yang suka keduanya = (27+22) – 30 – 5 = 14

   Cara biasa (Diagram Venn):
   30 = (27-x) + x + (22-x)
   30 = 27-x+x+22-x
   30 = 49-x
   x = 49-30
   = 19

2. Cara Termudah: Buat Permisalan!
    Misalkan wadah=x dan air=y, maka wadah berisi 1/5 air bisa ditulis:
    x = 1/5 y
    Jika ditambah 6 liter maka menjadi ½ nya:
    x + 6 = ½ y
   dari kedua persamaan diperoleh:
   x + 6 = ½ y

   x = 1/5 y
  1/5 y + 6 = ½ y
  6 = ½ y - 1/5 y
  6 = 5-2 y   (samakan penyebut)
         10
  6 = 3 y
       10
  y = 60       (perkalian silang)
         3
     = 20

3. Gunakan Logika anda!
    Harga jual 80 ribu dan memperoleh laba 25%. Maka kesimpulannya harga belinya pasti lebih kecil dari harga jual!Artinya carilah jawaban yang nilainya sedikit lebih kecil/selisihnya tidak terlalu jauh dari 80 ribu! Jawaban yang paling mendekati adalah 64 ribu. [e]

Cara Kuno
Harga Beli = 100%/(100%+25%) x 80.000
= 4/5 x 80.000
= 64.000

4.
Perhatikan bahwa Sandra telah berpindah ke timur sejauh 40 Km dan ke utara sejauh 30 Km. Maka jarak A ke B (dalam ganbar adalah tanda panah warna merah) dapat dicari dengan rumus Phitagoras : 
5. Berbanding = dibagi
    ¼ : 3/5 = ¼ x 5/3 (dibagi = dikali pecahan kebalikan)
    = 5/12 [c]
    Jangan dibikin rumit!


******#####******

Pembahasan di atas merupakan sedikit dari banyak contoh yang ada. Semoga dapat memberikan pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca. Yang terpenting adalah banyak membaca, mencoba dan terus berusaha. Semangaaaaatt.....!!!!

Sumber : Paket Pembahasan - Jurus Super CPNS 2005


0 komentar:

Posting Komentar